Protein yang baru diidentifikasi, TRPV4, tampaknya memainkan peran penting dalam siklus gatal-garuk, yang berpotensi menawarkan cara baru untuk mengobati kondisi kulit kronis. Penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan Biophysical Society menunjukkan bahwa protein ini tidak hanya memicu rasa gatal tetapi juga memberi sinyal kapan harus berhenti menggaruk – sebuah penemuan yang dapat membentuk kembali pemahaman kita tentang kondisi seperti eksim.
Cara Kerja TRPV4 pada Tikus
Ahli saraf Roberta Gualdani dan timnya di Université Catholique de Louvain merekayasa tikus yang kekurangan TRPV4 pada sel saraf tertentu. Hasilnya mencengangkan: tikus yang diberi protein tersebut menunjukkan perilaku menggaruk yang normal saat terkena peradangan mirip eksim. Namun, tikus tanpa TRPV4 lebih jarang menggaruk tetapi dalam jangka waktu yang lebih lama ketika mereka merasa gatal.
Hal ini menunjukkan bahwa TRPV4 bukan sekadar pemicu rasa gatal, melainkan pengatur refleks garukan itu sendiri. Protein ini ditemukan di saraf yang mendeteksi rasa sakit, gatal, dan sentuhan, yang berarti protein ini dapat memicu sensasi dan memberi tahu tubuh kapan cukup sudah cukup.
Implikasinya terhadap Kondisi Manusia
Sekitar 10% populasi AS menderita kondisi peradangan kulit kronis seperti eksim, yang menyebabkan rasa gatal terus-menerus. Penelitian ini menunjukkan bahwa TRPV4 dapat menjadi faktor kunci dalam siklus ini. Memblokir protein sepenuhnya mungkin mengurangi frekuensi rasa gatal, tetapi juga membuat Anda lebih sulit berhenti menggaruk begitu rasa gatal mulai muncul. Sebaliknya, meningkatkan aktivitas TRPV4 dapat meredakan rasa gatal, namun secara paradoks dapat meningkatkan rasa gatal secara keseluruhan.
“Ini adalah keseimbangan yang rumit,” jelas Gualdani. “Kita perlu menyempurnakan aktivitas protein untuk menghindari konsekuensi yang tidak diinginkan.”
Perawatan di Masa Depan
Temuan ini masih bersifat awal, namun membuka kemungkinan baru untuk pengobatan yang ditargetkan. Daripada hanya menekan rasa gatal, terapi dapat berfokus pada pengaturan TRPV4 untuk mengembalikan kemampuan alami tubuh dalam mengatur perilaku menggaruk. Tantangannya adalah menemukan keseimbangan yang tepat untuk mengurangi ketidaknyamanan tanpa mengganggu umpan balik sensorik alami tubuh.
Pada akhirnya, memahami peran ganda TRPV4 dalam mengatasi rasa gatal dan meredakan gatal sangat penting untuk mengembangkan solusi jangka panjang yang efektif untuk kondisi kulit kronis.
