Tindakan yang baru-baru ini dilakukan oleh Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) Amerika Serikat telah membahayakan kemajuan yang telah dicapai dengan susah payah dalam melawan HIV, sehingga meningkatkan kemungkinan munculnya kembali epidemi. Perubahan kebijakan di bawah Robert F. Kennedy Jr. (RFK Jr.) menghilangkan keberhasilan program pencegahan pada saat pemberantasan HIV sudah bisa dijangkau.
Sejarah HIV: Dari Krisis hingga Pengendalian
Urgensi situasi ini berasal dari masa lalu yang menyakitkan. Masa-masa awal epidemi AIDS, sebagaimana diingat oleh para profesional medis yang menyaksikannya secara langsung, ditandai dengan kematian yang cepat, ketakutan masyarakat, dan kelambanan politik. Pada tahun 1983, bahkan sebelum virus ini teridentifikasi, penyakit ini menyebar secara eksponensial dan memakan banyak korban jiwa.
Identifikasi HIV dan upaya advokasi selanjutnya mengubah lanskap. Didorong oleh terobosan ilmiah dan aktivisme yang tiada henti, muncullah pengobatan yang memungkinkan orang yang terinfeksi dapat hidup mendekati rentang hidup normal. Sebuah penelitian pada tahun 2016 menunjukkan bahwa dengan pengobatan anti-HIV yang konsisten, penularan dapat dihentikan sepenuhnya. Hal ini merupakan titik balik: tidak ada kemungkinan penularan jika dilakukan dengan hati-hati.
Ancaman Saat Ini: Membongkar Upaya Pencegahan
Namun, kemajuan tersebut kini terancam. RFK Jr. telah menyatakan keraguannya terhadap ilmu pengetahuan HIV yang sudah mapan, dan menyarankan penyebab penyakit ini yang alternatif dan belum terverifikasi. Yang lebih penting lagi, pemerintahannya secara sistematis telah membongkar komponen-komponen utama infrastruktur pencegahan HIV.
Lima dari sebelas cabang dalam Divisi Pencegahan HIV CDC telah dihapuskan, dan situs web yang berhubungan dengan HIV untuk sementara ditutup. Ketika dipulihkan, beberapa halaman diberi label ulang dengan penafian yang menolak konsensus ilmiah yang sudah ada. Lebih dari $759 juta dana hibah penelitian HIV telah dibatalkan, dan usulan restrukturisasi akan mengalihkan kendali program HIV ke pemerintahan baru di bawah wewenang langsung RFK Jr., dengan pengurangan dana sebesar 80%.
Dampak Global dan Domestik: Pandemi yang Akan Terjadi?
Pemotongan ini diperburuk dengan berkurangnya bantuan AS terhadap upaya pencegahan HIV internasional. Di dalam negeri, negara-negara bagian sedang mempertimbangkan langkah-langkah penghematan seperti daftar tunggu pengobatan, formularium obat yang terbatas, dan persyaratan kelayakan yang lebih ketat. Dampaknya adalah melemahnya pertahanan pada saat penyebaran virus bisa semakin cepat.
Kasus baru telah berkurang lebih dari 90%, dan penularan dari ibu ke anak telah dihilangkan. Perkembangan yang terjadi saat ini berisiko membalikkan kemajuan tersebut. Tanpa pengobatan yang berkelanjutan, HIV pasti akan menyebar ke luar kelompok berisiko tinggi, sehingga berpotensi memicu pandemi yang meluas di AS.
Pilihannya jelas: terus berinvestasi dalam pencegahan dan pengobatan yang didukung ilmu pengetahuan untuk menghentikan epidemi, atau kembali ke keadaan putus asa seperti yang terjadi pada awal tahun 1980an. Konsekuensinya sudah jelas, dan sekaranglah waktunya untuk bertindak.
Situasi saat ini memerlukan perhitungan: kita harus memprioritaskan kesehatan masyarakat yang berbasis bukti, atau kita membiarkan sejarah terulang kembali. Pertanyaannya bukan apakah HIV dapat dikendalikan, namun apakah kita akan memilih untuk mengendalikannya.
