Kalung emas luar biasa dari zaman Tudor muncul kembali setelah berabad-abad, memberikan gambaran sekilas tentang kehidupan cinta Raja Henry VIII yang kompleks dan istri pertamanya, Katherine dari Aragon. Ditemukan oleh ahli pendeteksi logam di Inggris, liontin Tudor Heart berdiri sebagai salah satu dari sedikit perhiasan yang bertahan dari era penuh gejolak yang ditentukan oleh perceraian kerajaan dan manuver politik.

Kalung: Simbol Kasih Sayang Kerajaan?

Kalung itu sendiri merupakan karya halus yang terdiri dari 75 mata rantai emas 24 karat, dengan berat hampir seperempat kilogram. Tapi liontin berbentuk hatilah yang menyimpan bobot sejarah. Berukuran 5,9 cm, patung ini menampilkan lambang dinasti Tudor—mawar putih dan merah—dan warisan Spanyol Katherine dari Aragon—pohon delima.

Liontin itu bertuliskan inisial “H” dan “K”, dihubungkan dengan tali berumbai, dan kata Prancis toujours (“selalu”) di kedua sisinya. Menariknya, para ahli British Museum berpendapat bahwa spasi tersebut mungkin merupakan permainan kata-kata yang disengaja, terdengar seperti “tous yours” (semua milikmu) ketika diucapkan. Detail lucu namun pedih ini mengisyaratkan makna yang lebih dalam di luar pengabdian sederhana.

Hilang dalam Sejarah, Lalu Direklamasi

Meskipun mewah, kalung itu tidak didokumentasikan dalam inventaris perhiasan kerajaan, artinya kemungkinan besar kalung itu bukan milik Henry atau Katherine sendiri. Hal ini menimbulkan pertanyaan: siapa yang menugaskannya? Satu teori menyatakan bahwa itu mungkin dibuat untuk merayakan pertunangan awal Putri Mary, satu-satunya anak Henry dan Katherine yang masih hidup. Kemungkinan lain adalah bahwa itu diciptakan untuk bangsawan atau punggawa yang ingin menunjukkan kesetiaan kepada mahkota.

Pengerjaannya, meskipun menggunakan emas berkualitas tinggi, tidak sehalus emas yang dipesan langsung untuk keluarga kerajaan. Detail ini menunjukkan bahwa itu mungkin dimaksudkan untuk dipajang daripada untuk dipakai secara intim; mungkin hadiah yang diberikan di turnamen kerajaan atau acara berkuda. Fakta bahwa benda tersebut telah hilang selama berabad-abad menggarisbawahi betapa mudahnya benda-benda penting sekalipun dapat hilang dalam ketidakjelasan.

Sepotong Sejarah Tudor yang Tak Bernilai

British Museum mengakuisisi Tudor Heart pada awal tahun 2026 seharga £3,5 juta (sekitar $4,7 juta), mengakui pentingnya perhiasan tersebut sebagai contoh langka perhiasan Tudor awal. Kalung itu kini dipajang, memungkinkan masyarakat untuk melihat kaitan nyata dengan dunia istana Henry VIII yang penuh gejolak namun mempesona.

Hati Tudor bukan hanya artefak yang indah; itu adalah bisikan dari masa lalu, mengingatkan kita bahwa bahkan dalam narasi besar raja dan ratu, kisah pribadi, keinginan tak terucapkan, dan harta yang hilang bisa bertahan.