Kita bergantung pada bumi untuk menampung air. Kami percaya bahwa apa yang ada di bawah kaki kami akan tetap ada saat kami membutuhkannya. Namun tanah bukan sekadar reservoir statis. Itu spons. Dan seperti spons lainnya, jika Anda menekannya terlalu keras, ia akan menyusut. Secara permanen.

Fenomena ini disebut penurunan permukaan tanah.

Ini bukan gempa bumi. Itu tidak menggetarkan jendela atau memecahkan dinding kering dengan kekerasan yang tiba-tiba. Sebaliknya, daratan perlahan-lahan tenggelam. Itu turun. Milimeter demi milimeter, tahun demi tahun, hingga seluruh kota menjadi lebih rendah dari sebelumnya. Hasilnya? Banjir. Kerusakan struktural. Hilangnya ketinggian secara diam-diam dan perlahan-lahan yang membutuhkan waktu berabad-abad untuk membalikkannya—jika hal itu bisa terjadi.

Apa Sebenarnya Penyebab Tanah Tenggelam?

Untuk memahami tenggelamnya, Anda perlu memahami strukturnya terlebih dahulu. Di bawah permukaan terdapat matriks kompleks sedimen dan batuan. Bahan-bahan ini membentuk akuifer. Akuifer hanyalah batuan atau tanah yang dapat menampung genangan air tanah. Selama ribuan tahun, air tersebut memberikan dukungan struktural. Tekanan air di dalam pori-pori batuan dan tanah membuat matriks tanah terus mengembang.

Anggap saja seperti ini: air bertindak sebagai penahan hidrolik. Saat Anda membuang air itu, penahannya akan rusak. Sedimennya memadat. Batuan itu mengendap. Permukaan di atasnya mengikuti.

Ini bukan teori. Hal ini terjadi di pusat-pusat pertanian di mana pertanian membutuhkan irigasi yang tiada habisnya. Hal ini terjadi ketika kita mengebor gas alam —campuran gas yang terbentuk di bawah tanah selama ribuan tahun, seringkali mengandung 50 hingga 90% metana—dan mengekstraksi minyak mentah. Hal ini bahkan terjadi di kota-kota yang sangat bergantung pada air tanah untuk air minum.

Ketika pompa bekerja lebih cepat daripada kecepatan pengisian ulang akuifer, permukaan air akan turun. Ruang kosong runtuh. Tanah mengikuti.

Perbedaan Antara Amblesan dan Lubang Tenggelam

Orang sering bingung antara subsidensi dengan lubang runtuhan. Mereka terkait, namun berbeda.

Sinkhole sering kali merupakan peristiwa dramatis. Hal ini terjadi ketika sepetak tanah tiba-tiba terbuka, memperlihatkan gua berbatu di bawahnya. Jika gua itu kosong dari air, maka gua itu akan runtuh. Air hujan menumpuk di dalam lubang karena tidak ada jalan keluar. Ini dapat terbentuk secara alami di daerah batu kapur, namun sering kali dipercepat oleh aktivitas manusia. Pemompaan air tanah yang berlebihan di zona sensitif ini merupakan pemicu yang umum. Lubang runtuhan bisa berkisar dari lebar satu meter hingga seukuran danau besar. Mereka kejam. Tiba-tiba.

Amblesan lebih luas. Itu tidak selalu berupa lubang. Ini adalah penurunan permukaan tanah secara umum. Hal ini mempengaruhi wilayah yang luas—seluruh lembah, kota, garis pantai. Lubang pembuangan adalah sebuah tusukan; penurunan muka tanah adalah perataan. Keduanya sering dikaitkan dengan ekstraksi air, namun skala dan kecepatannya sangat berbeda.

Mengapa Hal Ini Penting Di Luar Retakan di Jalan Masuk Anda

Anda mungkin berpikir, “Tanahnya sedang tenggelam. Lalu kenapa? Itu tanah.”

Inilah yang jadi apa.

Sebagian besar kota pesisir besar di dunia terletak di cekungan sedimen. Mereka dibangun di bekas delta sungai. Mereka sudah rentan terhadap kenaikan permukaan air laut. Jika tanah juga tenggelam karena penurunan muka tanah, kenaikan relatif permukaan laut akan menjadi bencana besar.

Permukaan laut adalah tinggi permukaan laut secara keseluruhan ketika semua pasang surut dirata-ratakan. Jumlah ini meningkat karena perubahan iklim. Namun di kota-kota seperti Jakarta, Bangkok, atau bahkan sebagian New Orleans, daratan tenggelam lebih cepat dibandingkan kenaikan air. Dampak akhirnya adalah banjir yang semakin cepat.

Dan itu bukan hanya air. Itu infrastruktur.

Jalanan melengkung. Jembatan tidak sejajar. Sistem pembuangan limbah retak, sehingga kontaminan bocor kembali ke akuifer yang sangat ingin kita jaga kebersihannya. Hal ini menciptakan lingkaran setan: semakin banyak kebocoran maka semakin banyak pemompaan; lebih banyak pemompaan menyebabkan lebih banyak tenggelam; semakin banyak tenggelam maka infrastruktur yang dibutuhkan untuk mengelola air akan hancur.

Apakah Ini Ir