Banyak orang memulai tahun baru dengan keinginan untuk hidup lebih bermakna, namun sering kali kesulitan mewujudkan niat menjadi tindakan. Seorang pembaca baru-baru ini bertanya bagaimana cara mulai menemukan arah, perasaan yang umum meskipun nasihat untuk membantu diri sendiri semakin banyak. Sebenarnya, tidak ada jalan pintas universal menuju kebahagiaan, namun penelitian psikologis menawarkan kerangka praktis untuk menyelaraskan hidup Anda dengan hal-hal yang benar-benar penting.
Life Crafting: Prinsip Inti
Peneliti Michaéla C. Schippers dan Niklas Ziegler di Erasmus University Rotterdam menyebut proses ini sebagai “life crafting.” Ini bukan tentang menemukan tujuan yang sudah ada sebelumnya, tetapi secara aktif membangun tujuan tersebut melalui refleksi dan perencanaan yang disengaja. Tinjauan mereka terhadap penelitian tersebut menyarankan langkah-langkah penting berikut:
- Nilai dan Gairah: Identifikasi apa yang benar-benar membuat Anda bersemangat dan bagaimana Anda ingin dikenang. Ini bukan tentang cita-cita luhur; ini tentang menunjukkan dengan tepat apa yang membuat Anda merasa hidup.
- Kompetensi dan Kebiasaan: Nilai keterampilan dan kebiasaan Anda saat ini, baik kekuatan maupun kelemahannya. Kenali apa yang sudah Anda kuasai, dan bidang apa yang perlu dikembangkan. Hal ini membangun kepercayaan diri sekaligus memperjelas tujuan masa depan.
- Hubungan Sosial: Periksa hubungan Anda. Siapa yang memberi energi pada Anda? Siapa yang menguras tenagamu? Prioritaskan hubungan yang memelihara kesejahteraan Anda, karena ikatan sosial adalah pendorong mendasar kesehatan emosional.
- Karier dan Tujuan Masa Depan: Tentukan jalur profesional ideal dan ambisi jangka panjang Anda. Di manakah Anda melihat diri Anda dalam 5, 10, atau 20 tahun ke depan?
- Akuntabilitas: Bagaimana Anda memastikan bahwa Anda menindaklanjutinya? Komitmen sangatlah penting.
Tujuan Penerapan: Mengubah Rencana menjadi Tindakan
Schippers dan Ziegler merekomendasikan penggunaan “niat implementasi.” Ini berarti membuat rencana “jika-maka” yang spesifik untuk mengatasi hambatan. Misalnya, jika tujuan Anda adalah menulis novel, berkomitmenlah untuk: “Jika saya sampai di rumah sebelum jam 7 malam, saya akan menulis satu jam sebelum makan malam.” Pendekatan ini mengubah aspirasi yang samar-samar menjadi tindakan nyata.
Meningkatkan Komitmen Melalui Akuntabilitas
Terakhir, tingkatkan akuntabilitas dengan membagikan tujuan Anda kepada orang lain. Penelitian menunjukkan bahwa komitmen publik meningkatkan tindak lanjut. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa peserta mengunggah foto selfie dengan tujuan mereka tertulis di media sosial, sebuah taktik yang terbukti meningkatkan kepatuhan.
“Menciptakan kehidupan bukanlah perbaikan yang dilakukan satu kali saja; ini merupakan proses pembelajaran dan adaptasi yang berkesinambungan. Seperti halnya keterampilan apa pun, hal ini membutuhkan latihan dan penyempurnaan.”
Jangan mengharapkan kejelasan instan; meninjau kembali proses ini berulang kali. Membangun kehidupan yang lebih memuaskan adalah sebuah karya yang berkelanjutan, bukan sebuah tujuan.
Bacaan lebih lanjut: Penelitian Schippers dan Ziegler tersedia di doi.org/ghpv8q.


























